Sebuah Kedamaian Di Gunung Termistis

Gunung lawu bagi kebanyakan orang termasuk saya, gunung ini di kenal dengan kemistisannya yang masih terjaga dan terawat ,hingga sampai saat ini. memang benar ,dari cerita-cerita yang saya temui di instagram,youtube hingga blog .sampai saat ini selalu bermunculan cerita-cerita baru mengenai kejanggalan/gangguan-gangguan makhluk halus ketika mendaki di gunung lawu ini .namun buat saya di tempat itu adalah sebuah kedamaian .

 puncak gunung lawu

setelah menumpuh perjalanan dari kota solo menuju karanganyar tibalah saya bersama temen-temen pendaki dari solo yang baik hati sudah mengantarkan saya dan jorghi menuju basecamp candi cetho menggunakan mobil ,tepat pukul 23.00 malam cuaca terlihat cerah ,gemerlip bintang menghiasi angkasa dan gemerlip lampu kota yang terlihat samar .yang menandakan posisi kami berada di ketinggian lebih dari 1000 mdpl dengan suhu yang terasa dingin teringat sama kampung halaman saya sendiri yang berada di ujung timur jawa sebuah perkampungan kecil di lereng gunung merapi yang di baliknya terdapat kawah ijen yang dikenal hingga mancanegara .setelahnya kami tiba di parkiran ,ada banyak sekali basecamp candi cetho , tetapi saya mampir di salah satu basecamp yang pernah di singgahi oleh teman saya ketika mendaki di gunung lawu pada bulan yang lalu yaitu di basecamp lawu barokah .tempat yang super nyaman sekali ,luas fasilitas lengkap dan gratis .sekaligus dapet makan ,minum ,kopi ,oleh-oleh dan lo harus membayarnya sendiri . 

View yang terlihat dari basecamp lawu barokah tampak rumah warga dan ladang yang tampak cantik dari tempat ini.

Pendakian via candi cetho ini merupakan jalur terpanjang di banding via-via lainnya namun pemandangan jalur ini begitu indah nan mempesona pohon hijau nan rimbun turut menamani trekking pendakian kami .keesokan harinya pukul 08.00 pagi kami yang awalnya berdua saat ini menjadi 9 orang bertemu kawan pendaki lainnya di basecamp.
pendakian ini menjadi pendakian pertama gw menuju gunung lawu yang di kenal kemistisannya ada banyak sekali celoteh-celoteh dari kawan  tentang gunung ini tetapi buat saya sendiri selama niat yang baik pasti tidak akan terjadi apa-apa #percayalah .
pagi disambut oleh sinar matahari yang tag begitu terik karena kabut mudah datang karena pendakian ini di saat musim hujan .lalu kami pun pergi dari basecamp menuju tempat registrasi.kita di wajibkan mengisi keterangan atau simaksi pendakian terlebih dahulu beruntung pendakian gunung lawu ini tag serumit mendaki di gunung semeru yang harus mendaftar online serta harus membawa surat keterangan sehat .disini cukup memberikan KTP kecuali lintas jalur.
Tak beberpa lama kami memulai pendakian dengan jalur trek yang landai dengan pohon rimbun nan hijau begitu lebat karena kami melakukan pendakian di saat musim hujan pantas saja tak beberapa lama di jalur pendakian menuju pos 1 di sambut oleh kabut .beruntung hujan pun tag kunjung jatuh di daratan .perjalanan dari basecamp menuju pos 1 mbah branthi  -+ 1 jam lamanya kami hanya mempergunakan waktu istirahat sejenak minum lalu pergi lagi menuju pos 2 .jalur pendakian mulai terasa berat perlahan langkah kaki kami tak lagi cepat karena jalur semakin menanjak .
***     

Setelah melewati pos 2 menuju pos 3 terdapat sumber mata air yang menjadi salah satu sumber air terakhir di pendakian gunung lawu jika musim hujan lo bisa manfaatin genang air hujan di gupakan menjangan sebuah kawasan di atas pos 5 sekaligus tempat yang sangat nyaman untuk mendirikan tenda dengan view sabana dan pohon pinus .


Setelah melewati beberapa pos pendakian kabut pun begitu pekat menghantam pepohonan menerobos ranting-ranting pohon memberikan tanda bahwa hujan akan seger datang tanpa di undangan .benar. tak beberapa lama kemudian hujan pun turun membasahi jalur pendakian berupa tanah yang sempat menyusahkan kami karena kontur tanah yang lembek bercampur dengan air hujan .beruntung tak lama hujan pun redah dengan sendirinya layaknya jailangkung datang enggak di jemput pulang enggak diantar .


Jalur pendakian via candi cetho berteman dengan pohon rimbu nan hijau


Setelah melewati pos 4 menuju pos 5 tampak berubah yang tadinya di sekelilingi pohon gede semak belukar oleh dedaunan, saat ini menjadi pohon berbatang kecil dengan begitu rapatnya membentang di jalur pendakian .disini lah saya berjumpa dengan burung jalak yang fenomenal tersebut. berjalan melompat-lompat di depan saya terbang lalu datang kembali di jalur pendakian yang konon katanya burung tersebut akan memberi petunjuk jalan .burung jalak ini memiliki cerita di zamannya yang dulu Burung Jalak Lawu ini merupakan jelmaan dari pengikut setia Prabu Brawijaya V yang bernama Dipa Manggala atau punya sebutan lain Kyai Jalak.Sebelum Prabu Brawijaya V memutuskan untuk moksa atau menghilang dari hiruk pikuk kehidupan dunia, beliau berpesan kepada Kyai Jalak untuk menjaga area Gunung Lawu yang merupakan area Kerajaan Majapahit. Dengan kesempurnaan ilmu yang dimiliki oleh Kyai Jalak, maka menjelmalah menjadi seekor burung Jalak .
Jalur pendakian dari pos 4 menuju pos 5 tampak begitu rimbun oleh ranting pohon yang  mengering .
setelah 1,5 jam di perjalanan nampak pohon pinus berjejer dan sabana membentang luas nan indah . langkah kami mulai melambat lalu saya dan jorghi memutuskan istirahat sejenak sambil menunggu teman-teman lainnya yang tertinggal. dari sini lah saya merasakan sebuah kedamaian, yang ada hanyalah sepi,angin begitu lembut membelai tubuh serta senja yang tampak ke emasan awan bak kapas menggumpal sempurna ketika kami tiba di sabana pertama di sekitar pos 5 .setelah 20 menitan kami duduk di sekitar sabana tak terlihat satu pun dari teman yang muncul .ya sudah kami berdua memutuskan melanjutkan perjalanan menuju pos 5  tepat pukul setengah 6 sore kami tiba di  bulak peperangan atau pos 5  dan ini menjadi tempat kami mendirikan tenda untuk bermalam sebelum menuju puncak keesokan paginya .

Sambutan sabana pertama di gunung lawu di dekat pos 5

Perjalanan menuju puncak kami lakukan pada pukul 04.00 pagi beruntung cuaca sangat mendukung untuk melakukan trekking menuju puncak.
bulan tampak sabit seperti celurit dan gemerlip bintang menghiasi cakrawala namun tanah pada jalur pendakian masih basah akibat hujan yang begitu deras serta petir terasa menggelagar di telinga pada tengah malam yang berlangsung sengit beruntung tak ada gangguan apapun hingga turun mino .kami berdua melakukan trekking summit dengan harapan tak ada kendala apapun dijalur pendakian karena memang gunung ini di kenal dengan kemistisannya.
Jalur datar dengan gugusan pohon pinus , kami membelah sabana yang terlihat tak begitu jelas dengan cahaya buatan yang terpasang pada kepala. tak beberapa lama kami tiba di pasar dieng atau pasar setan dengan kontur tanah dan bebatuan yang cukup di kenal dengan kemistisannya yang konon bila terdengar riuh seperti pasar yang apabila terdengar suara yang menawarkan dagangannya mereka harus melempar uang berapapun jumlahnya 1 milyaran pun mereka terima dengan senang hati whahaha. Beruntung kami tak  mengalami gangguan-gangguan di jalur tersebut namun sempet kebingungan menentukan arah puncak karena memang ada banyak persimpangan ketika sudah sampai di pasar dieng .
***
Kurang lebih 1,5 jam kami tiba di hargo dalem terdapat bangunan yang berdinding dan beratap  “seng” dan terdapat pula warung tertinggi di indonesia yang di kenal dengan mbok yem dengan nasi pecel di hiasi oleh bumbu-bumbu sedap serta mahkota putih di padu dengan warna kuning alias telur “dadar” begitu menggoda jika di lihat saja namun begitu sedap ketika di santap #mantab .

Hanya memerlukan kurang lebih 35 menit 25,5,1 detik saja dari hargo dalem menuju puncak tertinggi di gunung lawu yang ketinggiannya mencapai 3265mdpl atau di sebut puncak hargo dumilah kami tiba di puncak pukul 06.00 pagi dengan sambutan yang begitu manjah cahaya keemasan merona di ufuk timur dengan lautan awan bak kapas . sungguh cihuy nan mempesona  kami tiba di atas puncak ,sepi damai yang kami rasakan disini ,karena tak ada seorangpun kecuali gw dan jorghi dan sekelompok semut dan burung jalak meloncat-meloncat menari di hadapan kami berdua seolah-oleh dia sedang menunjukan keindahan rumahnya #luarbiasa. 



Dan ini lah spot menarik jalur pendakian menuju puncak hargo dumillah yang di tempuh dari pos 5 melalui jalur via candi cetho yang keindahannya tiada lawan tiada tanding.





Sambutan pagi di atas puncak hargo dumilah

Baca cerita selanjutnya .



Sebuah Kedamaian Di Gunung Termistis Sebuah Kedamaian Di Gunung Termistis Reviewed by Norissawr on September 27, 2019 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.