Perbukitan Nan Elok Di Lereng Gunung ijen

Dengan kebosanan tingkat tinggi karena sudah mempunyai gelar “sarjana penganguran” akhirnya dengan rencana yang mendadak gw menyambangi salah satu  tempat syuting pemain teletabies dimana dulunya susah senang di tempat ini tapi mereka tega meninggalkan tempat sekece,sekeren ini di tinggal begitu saja tanpa bertanggung jawaban sama sekali ,sungguh kejam. tetapi sampai saat ini keberadaan mereka enggak ada kabar sama sekali konon kata masyarakat setempat bilang mereka berempat terpelosok kedalam jurang yang sangat dalam hingga tewas di tempat #mengenaskan #bikingosipsendiri  .

Pemandangan keindahan kawah wurung ini kita bisa liat saat kita menaiki anak tangga di sebelah area parkir menuju ke atas di tempat tulisan kawah wurung berukuran besar .

Perjalanan ini gw mulai dari kota banyuwangi menggunakan motor bersama temen gw menuju arah kawah ijen karena memang tempat ini sejalur dengan kawah ijen jadi enggak akan kebingungan apalagi tersesat . pagi-pagi buta pun memaksa mata kami untuk membuka lebar selebar-lebarnya untuk bersiap-siap menuju kawah wurung karena memang tempat ini lumayan jauh dari kota banyuwangi apalagi jika lo tempuh dari jepang otomatis waktu yang di butuhkan enggak sebentar #percayalahkawan.
Jadi kami memutuskan pagi-pagi sekali untuk berangkat menuju kawah wurung yang letaknya di bondowoso berjarak 71 km dari pusat kota banyuwangi .yah walau terbilang hanya puluhan km saja tetapi kami melewati jalanan yang sangat terjal melewati hutan rimba di pegunungan ijen banyak sekali bintang buas seperti dinosaurus,badak bercula 1,macan putih,jerapah,anaconda bahkan keong racun sungguh mengundang maut bukan whahahah. beruntung kami tidak menemukan hewan-hewan tersebut hanya saja pohon-pohon besar yang hijau nan gagah perkasa begitu rindang bersuhu dingin seperti di kulkas serta jalanan yang terus menanjak sehingga motor yang kami naiki melaju tidak begitu ngebut seperti valentino rossi ataupun lorenzo .
Tak kali meninggalkan kota banyuwangi perjalanan berganti dengan melewati sebuah perkampungan dengan jalan yang mulus berkelok-kelok dengan suguhan yang memanjahkan mata kami melewati persawahan,kebun warga dan pepohonan cengkeh lalu bergantilah pohon-pohon besar yang artinya kami sudah memasuki area pegunungan .tak kala 30 menitan perjalanan kami memilih untuk menikmati sebuah pemandangan yang sungguh menarik yang tidak ada di sebuah perkotaan ataupun dilautan wheheh
kami berhenti di pinggir jalan untuk befoto-foto dan tak kala gw mematikan mesin sepeda motor sebuah sambutan manis dari mulut sang burung yang sedang nongkrong asik bersiul bersaut-sautan di atas pohon besar yang tumbuh subur nan hijau .

Sebuah pohon –pohon besar di sepanjang jalan

Setelah kami puas mendengarkan kicaun burung-burung tersebut gw melanjutkan perjalanan kembali menuju kawah wurung yang letaknya masih jauh dari tempat gw berhenti ,jalan yang kian terus menanjak seolah-olah tidak memberi ampun beruntung jalan menuju kawah wurung ini sungguh nyaman untuk di lalui oleh pengguna kendaraan bermotor ataupun mobil yang sangat tidak di anjurkan oleh kendaran transportasi lainnya misalnya kereta api,kapal selam,kapal laut,pesawat #percayalah.
Setelah melewati jalanan nanjak serta pohon-pohon besar di sekelilingnya tak beberapa lama akan di sambut oleh sebuah tempat pos/basecamp pendakian menuju gunung rante ketinggian gunung 2601 mdpl yang baru saja di buka untuk umum dan disampingnya juga terdapat pos pendakian menuju ke kawah ijen yang sudah di kenal oleh dunia dengan danau asam terbesar yang luasnya mencapai 5466 hektar yang memiliki fenomena alam yaitu bluefire/api biru yang hanya ada 2 di dunia #wajibkesini.
Tetapi perjalanan menuju kawah wurung ini tag berhenti disitu saja kami harus melanjutkan perjalanan menuju arah bondowoso mengikuti jalan beraspal hingga menemukan sebuah petunjuk jalan menuju ke kawah wurung perjalanan yang hanya membutuhkan kurang lebih 30menit -1jam an dari pos pendakian kawah ijen tergantung jalu kecepatan kendaraan yang lo naiki.perjalanan yang awalnya naik kini pun berganti dengan turun seolah-olah kita udah melewati puncak . pohon di sekelilingnya pun berganti dengan pohon pinus .

namun perjalanan saat ini harus berhati-hati karena di samping jalan tersebut terdapat jurang  dan lebar jalan pun tag selebar yang di lewati sebelumnya.

Pohon pinus,rerumputan hijau,udara sejuk dan sinar matahari menerobos dari balik celah-celah ranting pinus yang turut menemani perjalanan kami yang kian mendekati kawah wurung dan juga view di sepanjang perjalanan ini pun mulai terlihat berbeda-beda setelah pohon pinus saat ini pun mulai berganti dengan pemandangan layaknya sebuah sabana yang terlihat dari jalan raya .

Terlihat jelas gunung raung dari jalan menuju kawah wurung ini

Setelah melewati pohon-pohon gede di sepanjang jalan gunung ijen,pohon pinus,melewati sungai kecil yang airnya rembesan dari kawah ijen pada akhirnya kami melewati pohon kopi milik warga setempat dan melewati beberapa desa pada akhirnya pun menemukan petunjuk arah menuju kawah wurung di sepanjang jalan menuju kawah wurung ini pohon kopilah yang masih menemani perjalanan kami yang pada akhirnya harus melewati sebuah kampung satu lagi yang bernama sempol dan desa tersebutlah desa terakhir ketika menuju ke kawah wurung kami memutuskan berhenti sejenak untuk menambah bahan bakar sepeda motor di salah satu toko milik warga .setelah terisi penuh kami lalu melanjutkan perjalanan kembali menuju kawah wurung yang enggak jauh lagi dari kampung tersebut.
Perjalanan masih membutuhkan beberapa menitan lagi menuju kawah wurung tetapi pamandangan disini pun cukup menarik perhatian sebuah ladang milik warga yang cukup luas sejauh mata memandang .jalan yang awalnya berupa aspal halus,mulus layaknya pahanya sih arieltatum saat ini menjadi berupa tanah bercampur bebatuan kecil yang bergelombang .
 
Akses jalan menuju kawah wurung setelah melewati kampung terakhir yang letaknya tag jauh dari kawah wurung
view ladang milik warga
pemandangan yang super kece tiada tanding
dari kejauhan nampak jelas tulisan kawah wurung  itu bertanda perjalanan lo tinggal tetes terakhir

Pada akhirnya kami menemukan sebuah nama besar bertulis “kawah wurung” tertancap jelas dari kejauhan seolah-olah papan itu lah memanggilnya kami berdua. Walau terik matahari kian memanas gw tak merasakan sengatannya karena kawah wurung ini berada di ketinggian 1500 mdpl yang kami hanya merasakan udara yang sejuk .

***
Perjalanan terbayar tuntas tanpa hutang serupiah pun kami tiba di kawah wurung pukul 08.00 pagi kami lanjut perjalanan menuju bibir kawah wurung yang kami harus menapaki anak tangga dengan kemiring 40 derajat yang hanya membutuhkan 2 jam saja kalau lo jalan ngesot tetapi kalau jalan biasa hanya 10 menitan saja uda sampai atas dengan suguhan manjah indah nan menawan sebuah gundukan-gundukan sempurna dengan berbalut rerumputan hijau beratap langit biru .
anak tangga menuju surga


No comments:

Powered by Blogger.