Sejuta Pesona Taman National Gunung Merbabu

Jika ngomongin soal gunung, gunung mana yang membuat lo jatuh cinta. selain gunung kembar whahaha. Kali ini gw ngajak kalian menjelajah di gunung yang paling keren,paling cihuy kalau lo nikmati dari puncak tertingginya, dan lo bisa nikmati dari 3 puncak sekaligus dengan view yang keren parah yang bisa lo liat di salah satu planet tata surya yang bernama Bumi dan dimanakah itu? yang pasti bukan di planet pluto. 

Ok, dari pada banyak bacot kayak soimah mari kita mulai.





Ini dia, taman national Gunung merbabu. Gunung yang membuat gw jatuh cinta. Iya sob, jatuh cinta, Gimana enggak. Hamparan sabana dengan view gunung merapi, betabur awan bak kapas nampak dengan elegan di hadapan gw. Dan ini menjadikan salah satu gunung yang terindah yang pernah gw liat secara langsung dengan mata gw sendiri. Indonesia itu sekeren ini sob... 

Setelah 3 harian di perjalanan dari banyuwangi. Akhirnya mobil pickup milik salah satu warga lereng gunung merbabu yang gw temui di pasar yang enggak tau namanya, berhasil gw tumpangi dan menjadikan ke titik terakhir dari perjalanan panjang gw dari planet pluto.
Tepat pukul 13.00 siang gw tiba di basecamp taman national gunung merbabu dengan keadaan utuh, tanpa menghilangkan kegantengan gw sedikitpun. Walau akibat di terpa angin puting beliung saat gw berada di atas mobil pickup bak terbuka, sepertinya sang supir mantan pembalap formula1. Jalan berkelok-kelok dan nanjak dilalui dengan kecepatan mencapai 262.987 Km/jam. Nah lo bayangin aja. Valentino rossi mah lewat. 



Jika ada yang gratisan, kenapa enggak.

Karena lelah dan pegel akibat jalan kaki,menumpang,jalan kaki lagi,menumpang lagi,berenang dari jepang. Gw pun istirahat sejenak di salah satu rumah warga/basecamp yang berada di selo yang merupakan tempat penampungan para pendaki-pendaki sebelum melakukan trekking summit.


Indah yang tiada tanding. Indonesia mah gitu

Taman national gunung merbabu ini terletak diantar 3 kabupaten yaitu kota semarang, megelang dan boyolali. Dalam pendakian kali ini, gw pun memilih jalur via selo yang berada di boyolali, yang merupakan jalur paling nyaman di bandingkan jalur yang lainnya. Namun senyaman-nyamannya jalur via selo, masih nyaman saat berada di dekat kamu.iya kamuuuu .muaachahahah.
Tepat pukul 14.30 gw pun melakukan trekking pendakian bersama temen gw yang bernama alvian mahasiswa asal politeknik jember dengan jurusan pertanian yang bercita-cita menjadi orang. Gw pun enggak tau apa yang dia maksud sebagai “orang”. Apakah orang-orangan yang berada di tengah-tengah sawah atau biasanya disebut pengusir burung, gw pun enggak tau #bodoamatlahyah.

Lanjut cerita.

Karena cuaca yang sangat mendukung. Maka pendakian kali ini pun enggak ada rasa khawatir tentang terjadinya hujan,angin dan badai. Karena konon gunung merbabu dengan kecantikannya dan ketampanannya gunung ini di kenal sebagai gunung yang sering terjadi badai hujan+angin. Beruntunglah gw tak menjumpai hal tersebut.
Jalur trekking via selo ini enggak bikin gw bosen, selain jalur yang bersahabat dibandingkan jalur lainnya dan lebih di minati para pendaki. Pemandangan di sekitar jalur trekking ini banyak sekali yang gw jumpai mulai dari rimbunnya pepohonan,sabana sampai gugusan perbukitan. Aaaah pokoknya enggak akan membuat lo ngebom amerika dan israel lah. #serius.
Kurang lebih pukul 16.30 gw pun tiba di pos 3. Itu berarti gw memakan waktu 2 jam di jalur pendakian yang gw tempuh dari basecamp.

waaah ada ukhti di pos 3, jadi adem

Ini lah salah satu tempat yang paling cocok mendirikan tanda. Selain bisa menikmati hamparan sabana jalur pendakian dan view gunung merapi dari dekat. Pos 3 ini tempat yang begitu luas untuk menderikan tenda yang di jamin lo enggak akan kehabisan tempat untuk menderikan tenda. Namun jarak dari pos 3 menuju puncak masih setengah perjalanan lagi. Itu berarti,  jarak yang lo tempuh hampir sama dengan antara basecamp dan pos 3 atau sama seperti bumi dan langit. Jauh kan? Jauh laahh. Itu mangkanya gw mendirikan tenda di pos 4 sabana 1. Perjalanan masih membutuhkan 1 jam lagi. tapi itu tergantung dari jalan lo dan bisa memakan seharian kalao lo trekking sambil ngesot . whahahaha.

View pos 3 dari jalur pendakian
Tepat pukul 17.30 gw sampai di pos 4 sabana 1. Yang hanya membutuhkan 3 jam doang dari basecamp. Pemandangan dari pos 4 enggak kalah menariknya di bandingkan di pos 3. Selain puncak terlihat dari sini, tumbuhan edelweis pun betebaran dimana-mana.

view dari tenda gw

Singkat cerita, setelah tertidur pulas di tenda, gw pun segera melakukan trekking summit pada pukul 04.30 setelah menikmati segelas kopi dan indomie. Perjalanan yang gw tempuh membutuhkan 1 jam 30 menit dari tempat gw mendirikan tenda menuju puncak kentengsongo yang berada di ketinggian 3142 mdpl dan puncak sebelahnya yang hanya membutuhkan enggak lebih dari 30 menit terdapat puncak triangulasi yang berada di ketinggian 3142 mdpl dan viewnya pun engak jauh beda. Tapi jika lo liat dari puncak syarif, maka viewnya akan berbeda dari puncak kentengsongo dan triangulasi. Sayangnya gw enggak mengunjunginya, karena jarak antara puncak kentengsongo menuju puncak syarif lumayan jauh. Dan ini pemandangannya dari kedua puncak tersebut . Lo liat aja sendiri di bawah ini ?


Dah itu sajalah lah yah.

Percayalah indonesia itu surga kawan, jelajahi dan jangan pernah takut. Semesta ini di ciptakan untuk kalian nikmati dan syukuri.












No comments:

Powered by Blogger.