Red Island; Bukan Sekedar Camping Biasa

Saat gw nulis postingan ini, gw sambil dengerin lagunya Oasis yang berjudul wanderwall gw langsung  keinget waktu kemarin pas gw ngecamp di pulau merah. Malam-malam waktunya orang pada tidur, gw beserta 3 kawan lainnya lagi pada ngadain konser dadakan di tepi pantai pulau merah, sangking ramainya gw keras-kerasin tuh suara drumnya biar semuanya pada denger. Pemain gitar dan vokalisnya makhluk asal sumatera utara nama instagramnya @Armaysiregar. Nah, kedua temen gw lainnya si imam am si syukron lagi pada sibuk ngurusin dokumentasi dan ngurusin panggung luar bisa kekompakannya mereka #seruabis. Dan lagu yang berjudul wanderwall adalah lagu terakhir dari konser kita yang membuat konser pada saat itu pecah. Iya guys pecah. piring plastik pecah, panci pesok, gelas pesok, seru abis lah pokoknya. 


Fyi. Pulau merah adalah sebuah destinasi wisata yang kece yang harus lu datengin yang berada di ujung timur pulau jawa tepatnya di Dusun Pancer, Sumberagung, Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Dengan gugusan perbukitan nan elok dengan pasir putih, air laut yang jernih dengan gulungan ombak yang pas banget buat mainan titit surfing  membuat lu betah disini.  Nah, bagaimana jika berkunjung di pulau merah saat malam hari dan apa saja yang harus di nikmati dan di lakukan selama di kawasan pulau merah. okeh cekidot sob? Sebelumnya gw mau pamer foto dulu aaaah.



Kami berempat dengan 2 kendaraan bermotor melesat menuju pulau merah pada pukul 14.30 sore, perjalanan kami tempuh dari kota banyuwangi memakan waktu hingga 2 jam dengan jarak 70an km lebih. Untuk kalian yang belum pernah mengunjungi pulau merah dan mau pergi kesana mungkin lu bisa pakek google maps ajah, turutin aja dia. Karena akses menuju pulau merah ini tergolong susah tapi enggak susah, nah bingung kan. Gw aja bingung walaupun uda beberapa kali pergi kesana. Tapi enggak susah-susah amat kok.
Nah, bagaimana dengan kondisi jalan menuju pulau merah? Enak apa enak abis. Mungkin jika lu bawak mobil ferrari ataupun lamborghini enggak mungkin lecet ataupun ancur kecuali lu tubruk-tubrukin. Kondisi jalan pulau merah saat ini uda enak sekali beberapa jalan pun tampaknya sudah di perbaiki dan di lebarin beda halnya pada tahun yang lalu apalagi saat gw baru pertama kali ke pulau merah pada tahun 2016 beberapa jalan ancur tidak di perbaiki. 
Kurang lebih pukul 18.30 kami pun sampai di lokasi yang sebenarnya kami mau sunsetan tapi karena ada kendala di jalan, motor yang gw pakek bocor alhasil sunsetan pun hanya wacana belakah. Mataharinya ngambek karena nungguin gw lama banget #kasian dan gw pun ngerasah bersalah, akibatnya gw nungguin si matahari terbit kembali dan ngecamp di pulau merah, dan ini pertama kali gw camping di pantai tersebut. Karena gw sering ke pulau merah lebih dari 290.393.098 kali gw pun uda hafal tempat-tempat yang kece, nyaman, dan gratis enggak ada tiket-tiket masuk dan tiket parkir segala. Beruntung cuaca pada saat itu cerah dari mulai keberangkatan sampai menuju pulau merah. Kami pun segera memilih tempat untuk mendirikan tenda, enggak butuh waktu 1 tahun tenda kami uda berdiri kokoh semisal ada angin topan mah yaaaaaahhhhhh #amblas. Angin topan. Nah, setelah tenda kami berdiri sempurna di depan bukit atau batu yang biasa di pakek background foto kami pun langsung nyiapin peralatan masak buat makan malam. Banyak sekali aktivitas yang gw lakuin selama camping di pulau merah setelah makan dan minum kopi kami pun mulai menata alat buat konser yang salah satu lagunya paling meriah yaitu oasis yang berjudul wanderwall sebuah lagu yang pas banget buat malam-malam berada di tepi pantai dengan keramain yang gw denger terus-terusan memberi sorak dari sang ombak membuat gw semangat mengebu-ngebu akibatnya alat yang gw pakai untuk ngedrum pun pada pesok semua. #enggakmasalah tapi gw puas dengan malam itu #seruabis. Yang moto si syukron yang kalau di terjemahin bahasa indonesianya yaitu terima kasih akun instagramnya @syukronm Setelah selesai konser tersebut yang berlangsung hingga 1 jaman kami pun jalan-jalan di sekitar pantai menuju tempat tulisan Red island atau tempat duduk payung berada. Keindahan pantai ini enggak Cuma saat pagi hari hingga sore hari aja, tapi malam hari pun juga sangat menarik banyak juga warga lokal yang duduk-duduk di tepian pantai sambil main kartu ada juga warga lokal duduk di tepi pantai sambil bakar-bakar sepeda motornya sendiri tapi gw bohong. Whahaha. Yah, bakar-bakar kayu lah dan ranting-ranting pohon kering yang uda jatuh. Saat malam hari di bibir pantai pun terlihat menarik sejumlah pohon yang tumbuh berjejer pun terlihat terang karena di kasih lampu berwarna kuning bergelantungan dari pohon ke pohon lainnya sangking banyaknya saya enggak mau ngitungin lampu tersebut enggak penting juga. Anyway pulau merah saat malam hari keren abis kalian harus nyobain tapi jangan pakek maksiat. Seirus sob. Kalau kalian maksiat konon kuntilanak, pocong, tuyul, genderwo,sundelbolong dan para komplotan setan lainnya akan mendatanginya. Seram #bikingosipsendiri. Enggak Cuma itu doang aktivitas yang kita lakuin dimalam hari. Beruntung pas gw kesana ada orang yang lagi main bola. Alhasil kami pun pinjem bola sama orang tersabut dan mainlah kami berempat yang kita bagi 2 kelompok yang kami namai Jepang vs Indonesia yang sedang tayang live di indosiar tvnya orang 60 Tahunnan keatas dimana tontonnya nya kalau enggak sinetron yang menguras air mata yah dangdut akedemi. Tidak berselang lama kita bermain, para pemain jepang uda sempoyongan tidak berdaya. Akhirnya si jepang menyerah lalu berhentilah pertandingan bergengsi tersebut dengan skor sungguh mengenaskan. Setelah itu kembali lah kita ke tenda yang sempat kita tinggal jauh dari jangkauan. Takutnya sih ada yang Karena kami adalah kelompok anak-anak alay instagram yang doyan banget foto-foto apalagi di foto wheheh, enggak lengkap rasanya jika enggak foto-foto saat malam hari apalagi dengan kayu bakar dengan cuaca yang cerah bintang pun nampak mempesona. Tidak susah untuk menyalakan api karena angin berhembus lumayan dengan bahan bakar kayu, ranting-ranting kering, sampah plastic dan kertas yang kami pungut di pinggiran pantai yang di sebabkan oleh pengunjung yang tidak membuang sampah pada tempatnya padahal plang pemberitahuan dan tempat sampah sudah tersebar dimana-mana. Aaah dasar warga +62. Setelah puas foto-foto alias kehabisan batrai akhirnya kami pun satu persatu gugur dan tenda adalah salah satu tempat semayam untuk merebahkan badan yang uda pada mau encok semua terutama gw yang tenda mungil yang menjadikan gw tidur terlelap hingga pukul 8 pagi alhasil yang rencananya mau bangun jam 6 pagi untuk melihat #sunrisesisasisa pun gagal. Kenapa gw sebutin sunrise sisa-sisa karena tempat ini tidak akan bisa untuk melihat matahari terbit. Karena posisi matahari saat pagi muncul di balik bukit jadi apa yang harus dinikmati paling-paling yah cuma bisa lihat bukit ama sinar merah yang tingal tetes terakhir doang. Yah, intinya pulau merah enggak cocok buat lihat surise kalau lihat sunset mah pasti juaranya pak ahok pun pasti udah tahu. Tapi jangan menganggap bahwa pulau merah kalau pagi hari enggak bagus. Pak Donald trum pun kalau misal pagi-pagi kesini pasti norak banget pasti langsung buka baju lalu tiduran di pantai karena pantai disini pasirnya putih dan halus pokoknya bikin nyaman aja selain itu, pantai dan air lautnya pun bersih banget enggak akan ada sampah, kondom hanyut, tali kutang, celana dalam enggak akan ada. Pantainya super bersih. Clink, seperti tanpa kaca. Back to story. Pukul 08.00 pagi gw bangun suara desiran angin pantai pun terasa dari dalam tenda begitupun ombak, namanya juga camping di pantai yah pasti dengerin berisiknya ombak lah masak dengerin orang yang lagi nge*tot. Gimana sih. Saat gw baru keluar dari tenda suasana pantai pulau merah sepi tidak ada pengunjung sama sekali mungkin karena hari weekdays. Gw saranin sih buat kalian yang ingin menikmati pantai yang indah ini dengan suasana sepi nan damai berkunjunglah pas weekdays aja dan biasanya weekends hari khusus orang-orang strees.




Red Island; Bukan Sekedar Camping Biasa Red Island; Bukan Sekedar Camping Biasa Reviewed by Norissawr on October 04, 2020 Rating: 5

1 comment:

Powered by Blogger.